Untukmotor listrik tiga fase, menjaga tegangan terukur sangat penting untuk kinerja yang optimal. Penyimpangan dari tegangan yang ditentukan ini dapat mengakibatkan berbagai efek berbahaya, terutama jika tegangannya terlalu tinggi. Dalam hal ini, inti motor akan memasuki saturasi magnetik. Fenomena ini terjadi ketika medan magnet di dalam inti mencapai kapasitas maksimumnya, sehingga tidak dapat secara efektif mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.
Sebagaimotor induksi tiga fasetegangan meningkat, arus stator juga meningkat secara signifikan. Lonjakan arus ini dapat menyebabkan lilitan memanas secara signifikan. Panas berlebih yang dihasilkan dapat merusak isolasi di sekitar lilitan, yang berpotensi menimbulkan masalah kualitas seperti lilitan terbakar. Hal ini tidak hanya akan memperpendek umur motor, tetapi juga dapat menyebabkan perbaikan atau penggantian yang mahal.

Selain itu, jika motor dioperasikan di luar tegangan terukurnya, motor mungkin tidak berfungsi dengan baik. Efisiensi motor menurun, sehingga torsi dan daya keluaran menjadi lebih rendah. Ketidakefisienan ini dapat menyebabkan motor menarik lebih banyak arus untuk mempertahankan kinerja, yang selanjutnya memperburuk masalah pemanasan. Dalam kasus ekstrem, motor dapat mati total atau gagal total, yang mengakibatkan waktu henti yang tidak direncanakan dan hilangnya produktivitas.
Singkatnya, mengoperasikanMotor induksi 3 fasepada tegangan yang menyimpang dari spesifikasi terukur dapat menimbulkan konsekuensi serius. Risiko saturasi magnetik, peningkatan arus stator, dan panas berlebih pada belitan selanjutnya dapat menyebabkan masalah kualitas yang serius, termasuk terbakarnya belitan. Untuk memastikan keawetan dan efisiensi motor, tegangan harus dipantau dan dipertahankan dalam batas yang ditentukan. Dengan melakukan ini, operator dapat menghindari perbaikan yang mahal dan memastikan kinerja motor yang andal.